Minggu, 30 Desember 2012

Tips Menjadi Pengusaha Sukses ala Chairul Tanjung

Pengusaha Chairul Tanjung menyebutkan satu kunci kesuksesan yang menjadi acuan bisnisnya. Kunci sukses tersebut adalah membeli masa depan dengan harga sekarang. Maksudnya, seorang pengusaha harus bisa membaca tren masa depan.

Demikian disampaikan Chairul dalam acara Global Enterpreneurship Week di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (12/11/2012).

"Setelah lebih 20 tahun jadi pengusaha, saya bisa memberi tahu satu hal untuk sukses. Anda akan sukses kalau anda bisa beli masa depan dengan harga sekarang. Caranya harus mengetahui tren apa yang akan terjadi, kalau mengetahui tren dan membelinya sekarang maka akan sukses," ujar Bos CT Corp ini.

Chairul mengambil contoh, Tirto Utomo, pemilik merek air mineral Aqua.

"Tahun 70-an, air minum tidak diperjualbelikan. Tirto Utomo, percaya air akan diperjualbelikan, dia jual air lebih mahal dari bensin. Hari itu orang pikir dia orang gila. Sekarang, mau beli air mineral di warung saja bilangnya Aqua, walaupun yang dikasih merek lain," ceritanya.

Untuk itu, pengusaha yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia versi Forbes ini mengatakan dengan melihat perkembangan ekonomi di mana pendapatan per kapita masyarakat akan mencapai US$ 10 ribu, gaya hidup masyarakat akan berubah. Para wirausaha harus mampu memperkirakan perubahan gaya hidup ini untuk menentukan bisnis yang akan dijalani.

"Jadi nanti jangan jual beras, nanti orang makin kaya, konsumsi beras kurang, karena takut makin gemuk, makin cepet mati, takut dia, tapi jual daging karena konsumsinya nanti akan meningkat," tandasnya.

Selasa, 27 November 2012

6 Keuntungan Berbelanja Secara Online

Belanja online sekarang makin menjadi bagian dari gaya hidup. Meskipun berbelanja ke toko biasa, entah itu di mal atau di pasar tradisional, sering kali menjadi sarana untuk berekreasi, toko online juga menyediakan pengalaman belanja yang unik. Untuk lebih jelasnya simak beberapa buktinya di sini.

1. Menghemat waktu dan biaya. Menghemat biaya dalam arti mengurangi ongkos naik taksi, ongkos bensin, atau ongkos parkir ketika Anda berangkat ke mal. Belanja online juga mengurangi biaya jajan karena saat ke mal, Anda tentu juga tergoda untuk berhenti ngopi-ngopi. Belanja cara ini juga menghemat waktu karena Anda tak perlu berkeliling dari toko yang satu ke toko yang lain untuk membandingkan harga dan modelnya. Dengan berbelanja online, Anda tinggal memainkan mouse untuk berpindah toko. Bahkan, Anda bisa melakukannya sambil tiduran.

2. Toko "online" selalu memperbaiki diri. Mereka dapat menerima masukan langsung dari pembelinya. Apa yang kurang dapat diperbaiki, dan apa yang menjadi kelebihan dapat terus ditingkatkan. Tidak demikian dengan toko biasa. Anda tak bisa komplain ke pemilik toko karena pemiliknya biasanya tak ada di tempat. Jika antrean di kasir terlalu panjang, mungkin Anda menyerah. Toko yang normal juga tak akan tahu siapa saja yang memasuki tokonya, dan mengapa Anda membatalkan belanja Anda di tokonya. Melalui web analytic, online store bisa mengetahui kebiasaan pelanggannya dan mengoptimalkan layanannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

3. Toko biasa tak menyediakan layanan "search box". Alangkah enaknya bila kita bisa masuk ke toko dan memasukkan informasi ke komputer untuk melihat apakah benda yang Anda cari masih tersedia. Sudah repot bertanya pada petugas penjual, ternyata product knowledge-nya parah dan cenderung ngawur. Kesal, kan? Hal ini tidak terjadi dalam layanan toko online. Setiap barang biasanya juga dibedakan dalam kategori masing-masing sehingga memudahkan pencarian. Mereka juga akan selalu merespons komentar Anda di message boards atau e-mail.

4. Di toko biasa, para pembeli tidak saling berinteraksi. Dengan demikian, mereka tak terbiasa saling memberikan informasi mengenai barang yang dibeli. Di toko online, Anda bisa membaca testimoni dari para pelanggan yang merasa puas dengan barang atau layanan yang diberikan. Anda juga mengetahui apa saja kekurangan toko ini dari pelanggan tersebut. Toko tentu tak akan membiarkan komentar negatif ini memengaruhi keinginan calon pembeli lain untuk berbelanja, bukan? Karena itu, mereka selalu berusaha memperbaiki layanan.

5. Toko biasa tak menyediakan rekomendasi. Kalaupun staf penjualnya memberi rekomendasi, sering kali hal itu tak sesuai keinginan atau selera Anda. Toko online seperti Amazon, misalnya, juga memberikan rekomendasi mengenai barang-barang lain yang mungkin ada kaitannya dengan barang yang Anda cari. Jadi seandainya barang yang Anda cari tak tersedia, Anda bisa mendapatkan alternatif lain.

6. Tak perlu menerima gangguan lain. Di toko biasa, kadang Anda harus berdesakan, berebut barang dengan orang lain, atau mendengar anak yang merengek. Belum lagi mendengarkan musik yang berdentum-dentum memekakkan telinga, mendengar staf penjual yang sibuk bercanda sendiri dengan staf toko sebelah (karena tokonya sepi pengunjung), atau merasakan pendingin udara yang terlalu dingin. Di toko online, hal ini jelas tak Anda temui.

Bagaimana? asik juga khan ternyata berbelanja online itu, tanpa perlu capek kita keliling-keliling cari barang eh... tau-tau barang sudah dikirim ke rumah. ok let's go online shopping... :-)

Kamis, 20 September 2012

Tiga Kesalahan Fatal dalam Berbelanja Online

Kemudahan yang ditawarkan belanja online membuat kita terbuai berlama-lama memilah dan memilih aneka barang di portal belanja. Lantaran terlalu bersemangat, tak jarang kita melakukan kesalahan fatal dan berujung kecewa. Simak kesalahan yang harus dihindari saat belanja online berikut ini:

1. Tergiur gambar. Jangan langsung membeli karena tergiur dengan gambar yang bagus. Coba tanya ukuran, bahan, lingkar dada dan pinggul saat membeli baju misalnya. Tanya panjang detil saat membeli sepatu agar tak menyesal setelah membeli. Cocok dengan model yang terlihat bagus belum tentu cocok saat dipakai.

2. Terbuai diskon. Harga barang di toko online lebih murah dibandingkan harga pasar. Tunggu dulu, jangan mudah percaya dengan penawaran semacam ini. Jangan mudah terkecoh atau tergiur dengan diskon saat belanja online. Apalagi jika Anda menyeleksi portal belanja hanya dari diskon yang diberikan.

Sebaiknya pilih portal belanja yang kredibel dan terpercaya, sehingga diskon yang diberikan pun dapat dipertanggung-jawabkan, uang Anda pun tak terbuang sia-sia karena berbagai modus penipuan.

3. Tidak cek ongkos kirim. Harga barang murah tidak menjadi jaminan kantong Anda tak jebol dibuatnya. Seringkali pengguna situs belanja online tak memperhitungkan pengiriman. Kebanyakan hanya berpatokan pada harga jual. Sementara saat memasuki tahapan rincian belanja, ada biaya tambahan yang dikenakan, dalam hal ini biaya pengiriman yang bergantung pada wilayah.

Perhatikan secara seksama, biaya akhir yang harus Anda bayarkan dengan turut memperhitungkan ongkos kirim tersebut. Kalau masih satu wilayah, biaya pengiriman tak terlalu membebani. Tapi lain soal jika sudah antarpulau apalagi antarnegara. Pastikan biaya pengiriman tak melebihi harga jual barang.