Jumat, 26 Juli 2013

Game FIFA 13 dan Battlefield Jadi Mesin Uang Electronic Arts

Pendapatan Electronic Arts (EA) meningkat. Dari semua game yang dirilisnya, FIFA dan Battlefield ternyata memberi sumbangan paling besar terhadap pendapatan produsen game asal Amerika Serikat itu.

Seri terbaru FIFA dipasarkan dalam dua varian, versi digital yang bisa diunduh dan versi kepingan disk yang bisa dimiliki secara fisik. Selain itu EA juga punya FIFA versi online yang bisa dimainkan oleh siapa saja.

Begitu juga dengan Battlefield. Selain bisa dimainkan secara offline dengan mengikuti alur cerita, game baku tembak ini juga bisa dimainkan secara online dengan beberapa konten tambahan yang berbayar.

Kedua game itu pun ternyata sukses membuat EA meraup pendapatan sebesar USD 482 juta untuk tahun fiskal pertama yang jatuh pada Juni 2013. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya menorehkan USD 342 juta.

Seperti dikutip VG247, Rabu (24/7/2013), dari semua game yang dirilis EA ternyata Battlefield memberikan kontribusi terbesar dengan pendapatan mencapai USD 117 juta. Sementara FIFA 13 di posisi kedua dengan USD 70 juta.

SunClean, Game Besutan Anak Bangsa Sabet Juara Dunia

Satu lagi prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Lima mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam tim SunSquare Studio, meraih predikat juara tingkat dunia berkat aplikasi buatan mereka.

SunClean, demikian nama aplikasi tersebut, sukses memikat hati juri ajang Sanitation App Challenge 2013 yang diselenggarakan oleh World Bank. SunClean merupakan aplikasi game yang mengajarkan anak-anak untuk membiasakan pola hidup bersih.

Terdiri dari dua mini game, permainan yang dapat diakses di alamat www.sunsquarestudio.com/sunclean ini ditargetkan bagi anak-anak usia empat tahun ke atas. Dua mini game tersebut adalah Trash Disposal dan Hand Wash for Kids.

Trash Disposal mengajarkan memisahkan sampah organik dan anorganik, sementara Hand Wash for Kids mengajarkan mencuci tangan dengan benar. Keduanya bisa dimainkan di komputer atau perangkat mobile dengan OS html5, Windows 8, Android, iOS dan BlackBerry 10 platform.

Sebagai bentuk penghargaan atas kemenangan tim SunSquare Studio, World Bank mengundang mereka ke Amerika Serikat (AS). Di negeri Paman Sam, mereka mendapatkan kesempatan mengikuti workshop dan mengunjungi sejumlah kantor situs ternama dunia seperti Google dan Facebook.

Kelima mahasiswa beruntung itu adalah Dimas Ramadhani, Luqman Sungkar, Riza Herzego Nida Fathan, Irfan Nur Afif, dan Mohammad Agung Nugroho. Menariknya, lima mahasiswa Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer UI ini juga menjadi finalis termuda yang berhasil berkompetisi dengan para entrepreneur, computer enthusiasts dan rural community specialist dari berbagai belahan dunia.

SunSquare Studio berharap kemenangan ini dapat memacu mereka berkarya lebih gencar dan inovatif terutama dalam menghasilkan produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ke depannya, SunClean App Game akan dikembangkan menjadi social games sehingga dapat lebih mudah diakses dan dapat saling berinteraksi antar pengguna aplikasi," sebut SunScreen Studio dalam keterangan tertulis mereka, Kamis (25/7/2013).

World Bank Indonesia juga telah menyosialisasikan SunClean App Game ini kepada duta-duta sanitasi di Indonesia agar dapat disebarluaskan di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan demikian, game ini bisa dipakai untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kebiasaan akan pola kebersihan dan sanitasi.

Sanitation App Challenge sendiri adalah kompetisi membuat aplikasi untuk mengatasi masalah sanitasi di dunia. Diselenggarakan oleh World Bank, kompetisi ini dimulai dengan Sanitation Hackathon yaitu membuat aplikasi selama 24 jam, di 14 kota di seluruh dunia termasuk di Jakarta pada 1-2 Desember 2012.

Selanjutnya, tim dan aplikasi terpilih dikembangkan di tahap Hackathome yang berlangsung hingga 22 Maret 2013. Tahap akhir, pengumuman GrandPrize Winner pada event Investment in Sanitation di Washington DC, AS, 19 April 2013.